Kamis, 05 Mei 2016

Jangan terburu datang padaku

Jangan terburu-buru datang padaku.
Siapa yang tak ingin berdua dengamu?
Siapa yang tak ingin bermanja padamu?
Siapa yang tak ingin berada satu shaf dibelakangmu, meng-Amin'kan doamu dan mengecup tanganmu setelah selepas sholat khusyu' kita?
Ya, aku ingin!
Sungguh sungguh ingin..

Tapi..
Dengan penuh keyakinan, ku katakan jangan terburu buru datang padaku.
Engkau yang Allah rahasiakan wajahnya, sifatnya, akhlaknya, segalanya.
Engkau yang masih hidup di dunia khayalku tanpa tau kapan Allah akan pertemukan kita.
Engkau yang terus mengembara, entah kemana, dengan siapa, dan sampai kapan.

Namun.
Satu yang pasti.
Cepat atau lambat, engkau pasti akan bermuara padaku.

Aku cuma bisa menerka.
Menerka dan berharap engkau sosok yang aku idamkan.

Egois memang .
Saat aku membayangkan sosok sempurnamu, namun tak menyempurnakan diriku.

Kini aku faham.
Terburu-buru bukan berarti aku selamat dengan cepat.
Terburu-buru bukan berarti langkah tepat
Aku ingin memilihmu, yang terbaik semampuku.
Dengan Allah dihatimu.
Dengan Rasulullah di jiwamu, aku memilihmu.

Kamu..
Yang selalu aku rindukan.
Berjalanlah perlahan padaku.
Tancap kan erat Islam di relung kalbumu terdahulu.
Agar tak ada sesal saat nanti aku memilihmu.
Aku pun begitu. Setia menanti dan ber-ikhtiar tanpa henti.

Dan saat semua yang Allah pinta menjadi syarat kita telah terpatri tanpa bisa lepas dari dirimu,
Dekaplah aku, dan mari bangun Surga kita bersama.
Dengan nama Allah, ku pendam rinduku.
Ku siapkan rongga yang luas di hatiku untuk mencintaimu.
Dan ku tunggu engkau di penghujung penantianmu.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Efek Blog